Kebudayaan Khas Indonesia

Kebudayaan Indonesia bisa dibilang unik karena jarang kita temukan di negara lain. Kebudayaan unik yang ada di Indonesia antara lain seperti :

1. Upacara Pernikahan Adat Jawa

Mantenan Adat Jawa

Upacara pernikahan di Indonesia ada yang dilakukan sesuai dengan adat setempat masing-masing. Upacara pernikahan adat jawa misalnya, harus dilakukan sesuai dengan urutannya. Rangkaian upacara adat pengantin Jawa adalah sebagai berikut:
1. Upacara siraman pengantin putra-putri.
2. Upacara malam midodareni
3. Upacara akad nikah / ijab kabul
4. Upacara panggih / temu
5. Upacara resepsi
6. Upacara sesudah pernikahan

2. Upacara Tabuik Sumatra Barat

Tabuik

Tabuik berasal dari kata ‘tabut’, dari bahasa Arab yang berarti mengarak. Upacara Tabuik merupakan sebuah tradisi masyarakat di pantai barat, Sumatera Barat, yang diselenggarakan secara turun menurun. Upacara ini digelar di hari Asura yang jatuh pada tanggal 10 Muharram, dalam kalender Islam.

Konon, Tabuik dibawa oleh penganut Syiah dari timur tengah ke Pariaman, sebagai peringatan perang Karbala. Upacara ini juga sebagai simbol dan bentuk ekspresi rasa duka yang mendalam dan rasa hormat umat Islam di Pariaman terhadap cucu Nabi Muhammad SAW. Dalam masa persiapan Upacara Tabuik, ada pula warga yang menjalankan ritual khusus, yakni puasa.

Tabuik

Tabuik, Sumatra Barat

Selain sebagai nama upacara, Tabuik juga sebagai objek dari ritual ini. Tabuik berjumlah dua buah dan terbuat dari bambu serta kayu. Bentuknya berupa binatang berbadan kuda, berkepala manusia, yang tegap dan bersayap. Oleh umat Islam, binatang ini disebut Buraq dan dianggap sebagai binatang gaib. Di punggung Tabuik, terdapat tonggak setinggi sekitar 15 m. Tabuik kemudian dihiasi dengan warna merah dan warna lainnya dan akan di arak nantinya.

3. Pasola

Pasola

Pasola adalah bagian dari serangkaian upacara tradisionil yang dilakukan oleh masyarakat Sumba yang masih menganut agama asli yang disebut Marapu. Tradisi ini diadakan setiap bulan Februari atau Maret, tujuannya supaya panen mereka bisa berhasil. Puncak dari serangkaian upacara adat yang dilakukan beberapa hari sebelumnya adalah apa yang disebut pasola. Pasola adalah “perang-perangan” yang dilakukan oleh dua kelompok berkuda. Setiap kelompok terdiri lebih dari 100 pemuda bersenjatakan tombak tumpul yang dibuat dari kayu berdiameter kira-kira1,5 cm. Walaupun tombak tersebut dibiarkan tumpul, pasola kadang-kadang bisa memakan korban bahkan korban jiwa, tapi tidak ada dendam dalam pasola. Kalaupun ada korban, para masyarakat yang beragama Marapu tersebut percaya, bahwa itu adalah hukuman akibat melakukan kesalahan maupun kecurangan. Tradisi ini cukup ekstrim juga yah??

4. Makepung

Makepung, Bali

Makepung mirip dengan Karapan Sapi di Madura. Dua tradisi yang serupa tapi tak sama, tetapi keduanya sama-sama menghibur. Makepung jika diartikan, artinya adalah kejar-kejaran. Tradisi ini berupa lomba pacu kerbau yang telah lama melekat pada masyarakat Bali, khususnya di Kabupaten Jembrana. Tradisi ini awalnya hanyalah permainan para petani yang dilakukan di sela-sela kegiatan membajak sawah di musim panen. Kala itu, mereka saling beradu cepat dengan memacu kerbau yang dikaitkan pada sebuah gerobak dan dikendalikan oleh seorang joki.

Makepung

5. Atraksi Debus Banten

Debus, Banten

Kesenian bela diri yang sangat berbahaya ini konon berasal dari al Madad, yang biasa kita sebut dengan istilah Debus. Kesenian ini semakin berkembang di kalangan masyarakat Banten sebagai sarana hiburan bagi masyarakat. Inti pertunjukan masih sangat kental gerakan silat atau beladiri dan penggunaan senjata. Kesenian debus banten ini banyak menggunakan dan memfokuskan di kekebalan seseorang pemain terhadap serangan benda tajam.

Debus

6.  Tedhak Siten

Tedhak Siten

Dalam adat tradisi Jawa ada upacara yang disebut Tedhak Siten atau upacara dimana seorang anak untuk pertama kali kakinya menginjak tanah.Tedhak Siten sering juga disebut upacara turun bumi, upacara tersebut dilaksanakan ketika anak berusia 245(dua ratus empat puluh lima) hari atau tujuhlapan (7-8) bulan.

Tradisi tedhak siten merupakan rangkaian upacara kelahiran adat Jawa. Upacara tedhak siten menggambarkan perjalanan hidup seseorang, berawal dari masih di dalam lindungan orang tua sepenuhnya (dikurung di kandang ayam), kemudian ketika dia sudah mulai bisa memobilitas dirinya sendiri (berjalan di atas jadah), dia akan mulai berjalan meniti tangga kehidupan (naik tangga) dan memilih jalan hidupnya sendiri (mengambil barang untuk dipilih).

7. Upacara Adat Rambu Solo

Rambu Solo, Toraja

Rambu Solo adalah upacara adat kematian masyarakat Tana Toraja yang bertujuan untuk menghormati dan mengantarkan arwah orang yang meninggal dunia menuju alam  roh, yaitu kembali ke tempat peristirahatan, yang disebut dengan Puya. Upacara ini sering juga disebut upacara  penyempurnaan kematian. Dikatakan demikian, karena orang yang meninggal baru dianggap benar-benar meninggal setelah seluruh prosesi upacara ini digenapi. Jika belum, maka orang yang meninggal tersebut hanya dianggap sebagai orang  “sakit” atau “lemah”, sehingga ia tetap diperlakukan seperti halnya orang  hidup, yaitu dibaringkan di tempat tidur dan diberi hidangan makanan dan  minuman, bahkan selalu diajak berbicara.

Rambu Solo

Masyarakat setempat menganggap upacara  ini sangat penting, karena kesempurnaan upacara ini akan menentukan posisi  arwah orang yang meninggal tersebut, apakah sebagai arwah gentayangan (bombo), arwah yang mencapai tingkat dewa (to-membali puang), atau menjadi dewa  pelindung (deata). Upacara Rambu Solo menjadi  sebuah “kewajiban”, sehingga dengan cara apapun masyarakat Tana Toraja akan  mengadakannya sebagai bentuk pengabdian kepada orang tua mereka yang meninggal  dunia. Kemeriahan upacara Rambu Solo ditentukan  oleh status sosial keluarga yang meninggal, diukur dari jumlah hewan yang  dikorbankan. Semakin banyak kerbau disembelih, semakin tinggi status sosialnya.

Sumber:
Data:
5 Kebudayaan Unik
Upacara Pernikahan Adat Jawa
Pasola
Tedhak Siten
Rambu Solo
Gambar:
5 Kebudayaan Unik
Upacara Pernikahan Adat Jawa
Pasola
Tedhak Siten
Rambu Solo 1|2

About teamtwoart

this blog was made for final project, so please support us!
This entry was posted in Uncategorized and tagged , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s